13+ Framework Python Paling Populer

13+ Framework Python Paling Populer

Setelah Anda tahu jenis-jenis Python framework. Apa saja framework Python yang paling populer saat ini?

Django;
Flask;
Tornado;
Dash;
Falcon;
Bottle;
Pyramid;
Web2Py;
CherryPy;
Giotto;
Sanic;
TurboGears;
Hug;
IOHTTP; dan
Pylons.
Begini penjelasan masing-masing dari 15 Python Framework tersebut:

1. Django
Jenis Framework: Full-stack Framework

framework python django
Django adalah salah satu Python framework open-source yang cukup umum digunakan oleh para developer. Apa alasannya?

Django memiliki banyak fitur unggulan, seperti localization, URL routing, autentikasi pengguna, kompatibilitas dengan web browser, menawarkan penyimpanan dan pemulihan data terbaik, serta adanya keamanan yang ditingkatkan.

Selain itu, Django juga telah menyediakan berbagai libraries bawaan dan kompatibel dengan berbagai database. Contohnya, MySQL, SQLite, PostgreSQL, dan Oracle. Jadi, Anda bisa memilih menggunakan database yang sudah dikuasai.

Dengan begitu, tak perlu membuang waktu untuk mempelajari konfigurasi database yang belum Anda mengerti, bukan? Developer jadi bisa mengembangkan aplikasi secara kompleks dengan waktu relatif cepat.

Nah, beberapa situs populer yang diketahui menggunakan Django adalah Instagram, Mozilla, Pinterest, dan National Geographic.

2. Flask
Jenis Framework: Microframework

python framework flask
Flask merupakan Python framework yang dapat memfasilitasi developer untuk pengembangan proyek perangkat lunak web dan aplikasi dengan mudah dan cepat. Karena, Flask punya template script siap pakai dan desain modular yang membuatnya dapat beradaptasi untuk berbagai macam proses pengembangan.

Selain itu, Flask juga memiliki berbagai fitur yang cukup lengkap. Beberapa di antaranya Built-in development server, Debugger cepat, Integrated support untuk pengetesan unit, RESTful request dispatching dan mengikuti WSGI 1.0. Semua fitur tersebut akan menunjang developer dalam meningkatkan kualitas web.

Flask tidak menyertakan fungsi dan komponen umum seperti validasi form, database, dan semacamnya. Jadi, para pengembang perlu menggunakan fungsi yang disediakan pihak ketiga.

Flask termasuk framework Python yang punya dukungan dokumentasi yang baik. Bahkan, banyak forum internet yang bisa menjadi tempat para pengembang saling bertanya tentang penggunaan Flask saat pengembangan aplikasi.

Flask cenderung dimanfaatkan untuk proyek yang kecil dan sederhana. Pun demikian, banyak juga perusahaan besar yang memanfaatkan Flask, seperti Red Hat, Airbnb, Netflix, dan Reddit.

3. Tornado
Jenis Framework: Asynchronous Framework

python framework tornado
Tornado adalah Python Framework dengan library jaringan asinkron. Dengan menggunakan I/O jaringan non-blocking, Tornado dapat menjalankan hingga puluhan ribu koneksi.

Hal itulah yang membuat Tornado ideal untuk WebSockets dan berbagai aplikasi yang memerlukan koneksi jangka panjang untuk setiap pengguna. Dengan kata lain, Tornado merupakan framework Python yang cocok untuk membangun aplikasi yang membutuhkan klien dalam jumlah besar.

Selain itu, Tornado juga merupakan sebuah Python framework yang hadir dengan dukungan bawaan untuk aspek pengembangan Web. Contohnya, user authentication, web templates, localization, signed cookies, dan lain sebagainya.

Menariknya, Tornado bisa digunakan bersama dengan framework lain. Jadi, ketika ada fungsionalitas dan fitur yang tidak dapat dilakukan oleh Tornado, developer bisa memanfaatkan fitur dari Python framework lainnya.

4. Dash Python Framework
Jenis Framework: Microframework

framework python paling populer
Dash adalah framework Python open-source yang dirancang untuk membantu data scientist dalam membangun aplikasi web analitis, tanpa memerlukan pengetahuan pengembangan web mendalam.

Pun demikian, Dash juga memungkinkan Anda mengembangkan jenis web apapun dengan salah satu Python Framework ini.

Dash bekerja dengan dukungan tiga teknologi, yaitu:

Flask, yang menyediakan fungsionalitas server web;
React.js, yang bertugas untuk me-render antarmuka pengguna halaman web, dan
Plotly.js – yang menghasilkan bagan yang dapat digunakan dalam aplikasi Anda.
Keunggulan Dash adalah adanya kustomisasi tingkat tinggi, dukungan plugin, URL Routing, LDAP integration, dan UI yang sederhana untuk mengikat kontrol UI, termasuk dropdown, grafik, dan slider, dan sebagainya.

Dengan keunggulan itu, Dash akan membantu Anda membangun dashboard web dengan lebih cepat dan terstruktur. Terlebih, jika Anda terbiasa menganalisis data atau membangun visualisasi data menggunakan Python, Dash akan menjadi tambahan yang berguna untuk pengembangan proyek Anda.

Baca Juga: 12 Framework JavaScript Terbaik 2022

5. Falcon
Jenis Framework: Full-stack Framework

framework python falcon
Falcon adalah kerangka kerja web Python yang andal untuk membangun backend aplikasi dan layanan mikro berskala besar berkat dukungan CPython 3.5+ dan PyPy 3.5+.

Sela

in itu, Falcon juga didukung dengan ASGI, WSGI , dan WebSocket yang memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi web yang bersifat real-time, dengan kebutuhan data yang cepat.

Nah, framework Python ini juga dapat diandalkan untuk membangun desain yang lebih baik dengan dukungan arsitektur HTTP dan REST yang dimilikinya.

Tak heran, perusahaan raksasa seperti LinkedIn, OpenStack, dan RackSpace memilih Falcon untuk pengembangan aplikasi mereka.

6. Bottle
Jenis Framework: Microframework

python framework bottle
Bottle adalah Python Framework web mikro WSGI (Web Server Gateway Interface), yang sangat cepat, mudah dipelajari, dan kompatibel untuk membangun API.

Bottle didukung dengan banyak template pihak ketiga dan server WSGI/HTTP, serta menyediakan rute pengiriman permintaan yang memiliki dukungan parameter URL.

Python framework ini juga punya plugin untuk berbagai database dan fitur optimalisasi kecepatan untuk pengujian. Jadi, mendukung para web developer yang ingin membangun aplikasi web berkinerja tinggi.

Bottle adalah salah satu Python Framework dengan dokumentasi yang lengkap, termasuk di komunitas pengembang, seperti di GitHub. Ini tentu akan membantu pengembangan aplikasi web dengan cepat dan mudah dengan bantuan komunitas tersebut.

7. Pyramid
Jenis Framework: Full-stack Framework

python framework pyramid
Pyramid merupakan salah satu Python Framework yang sering digunakan untuk identifikasi dan routing. Alasannya, framework Python ini dapat melakukan pemetaan URL berdasarkan konfigurasi rute melalui pengiriman URL.

Selain itu, ada juga fitur validasi dan pembuatan struktur HTML yang dimiliki Pyramid. Tak hanya itu, adanya template yang mencakup semua dan detail aset, dokumentasi data yang lengkap akan membuat proses pengembangan aplikasi web jadi lebih terstruktur.

Perusahaan raksasa seperti Mozilla, Yelp, Dropbox, dan SurveyMonkey juga mengandalkan Python Framework ini. Mungkin Anda salah satu yang mulai tertarik menggunakannya?

8. Web2Py
Jenis Framework: Full-stack Framework

python framework web2py
Web2py adalah full-stack framework yang mendukung pengembangan proyek web dengan cepat. Framework Python ini mampu menyederhanakan prosedur pengembangan melalui server web, database SQL, dan online UI. Dari dukungan itu, Anda juga dapat membangun, merevisi, menyebarkan, dan mengelola aplikasi web melalui browser web.

Web2Py juga bersifat cross platform, yang berarti Anda dapat menggunakannya untuk berbagai sistem operasi. Selain itu, Web2py juga hadir dengan web-based IDE yang berisi code editor, debugger, serta one-click deployment.

Untuk masalah keamanan, Web2Py ini punya keamanan data bawaan untuk mencegah beberapa kerentanan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir tentang cross-site scripting, dan eksekusi file berbahaya.

9. CherryPy
Jenis Framework: Microframework

python framework cherrypy
Python Framework paling populer lainnya yaitu ada CherryPy. Salah satu framework Python tertua ini bisa Anda andalkan untuk pembuatan web dan aplikasi dengan cepat, lho. Alasannya, CherryPy punya dokumentasi script web dan aplikasi yang berlimpah. Ditambah, CherryPy mendukung fitur untuk akses data, pembuatan template, dan sebagainya.

Nah, Python Framework satu ini menggunakan web server Python multi-string WSGI yang sesuai dengan HTTP/1.1, yang membuatnya dapat menjalankan berbagai server HTTP sekaligus.

Karena CherryPy kompatibel dengan semua sistem operasi dan web browser. Anda dapat menjalankan aplikasi yang dibuat dengan CherryPy di Windows, Mac OS, Linux, Unix, bahkan Android.

Inilah mengapa CherryPy diandalkan oleh beberapa perusahaan besar. Seperti Netflix, Hulu, dan Indigo Domotics.

10. Giotto
Jenis Framework: Full-stack Framework

Giotto adalah framework yang dapat menunjang perancangan web, serta membuat kontrol sistem admin web bekerja secara independen berkat adanya fitur otomatisasi.

Framework Giotto memisahkan elemen model, tampilan, dan pengontrol secara berurutan. Yang berarti akan memudahkan pengembang dalam proses perancangan dan pengembangan.

Di sisi lain, Giotto menyertakan modul pengontrol yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi di atas web, IRC (Internet Relay Chat), dan baris perintah.

Adapun fitur-fitur dari Giotto yang populer yaitu URL Routing yang berjalan otomatis, adanya cache bawaan dengan dukungan untuk Memcache dan Redis (API yang tersedia untuk memperluas dukungan untuk mesin lain), serta Jinja2 untuk template HTML, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Panduan Deploy Website Berbasis Python di cPanel

11. Sanic
Jenis Framework: Asynchronous Framework

python framework sanic
Sanic adalah framework Python sederhana dan open-source yang dikembangkan khusus untuk menawarkan respon HTTP cepat. Hal ini dilakukan melalui penanganan permintaan asinkron, yang membuatnya kompatibel dengan fungsi async/await Python 3.5.

Dengan kondisi tersebut, Sanic akan mampu menghasilkan peningkatan kecepatan serta menawarkan kemampuan non-blocking.

Nah, beberapa kelebihan lain dari Sanic adalah dapat mengizinkan beberapa logging seperti access log dan error log, adanya dukungan plugin, serta mampu menuliskan cookies.

12. TurboGears
Jenis Framework: Full-Stack Framework

python framework turbogears
TurboGears adalah framework Python open-source berbasis data dengan dukungan ORM (memetakan basisdata relasional ke model objek) yang fleksibel dan kuat.

Full-stack framework Python ini menggunakan beberapa komponen di dalamnya, seperti Genshi, Repoze, SQLAlchemy, dan WebOb, yang berguna untuk mengembangkan aplikasi yang membutuhkan konektivitas database dengan mudah dan cepat.

Kelebihan lain dari TurboGears adalah adanya integrasi libraries MochiKit JavaScript, dukungan multi-basis data. Selain itu, ada ToscaWidgets yang penting untuk menyederhanakan koordinasi desain frontend dan penerapan server.

13. Hug
Jenis Framework: Microframework

python framework hug
Hug adalah salah satu framework Python paling populer yang memungkinkan developer mengembangkan API karena menawarkan interface multi-threaded.

Framework Hug bisa menjadi pilihan Anda yang menginginkan kinerja program yang lebih cepat. Alasannya, Hug dapat menyelesaikan formasi pemrograman dalam one-click deployment melalui HTTP request dan melalui CLI (command line).

Kelebihan lain dari framework Python ini adalah adanya validasi anotasi, manajemen versi built-in, serta kemampuannya untuk dijalankan sebagai library standar Python.

Sebagai sebuah microframework, Hug tidak menyediakan integrasi sistem database. Jadi, Anda harus menggunakan libraries pihak ketiga seperti SQLAlchemy untuk membangunnya.

14. IOHTTP
Jenis Framework: Asynchronous Framework

python framework iohttp
IOHTTP adalah Python framework yang memanfaatkan libraries asyncio Python.

IOHTTP menyediakan objek permintaan dan router untuk mengarahkan kueri ke fungsi yang menanganinya. Framework Python ini juga mendukung Server WebSockets dan Client WebSockets sehingga IOHTTP juga berfungsi sebagai client framework.

Nah, IOHTTP juga didukung dengan Middlewares, Signals and plugable routing yang membantu pemrosesan data jadi lebih maksimal.

15. Pylons
Jenis Framework: Full-stack Framework

python framework pylons
Pylons full-stack adalah framework berbasis open-source yang berfokus pada pengembangan aplikasi yang kompleks. Framework Python ini memiliki libraries dan fitur yang cukup lengkap seperti validasi dan pembuatan form HTML, template berbasis teks, dan pemetaan URL berdasarkan konfigurasi rute, dan lainnya.

Uniknya, walaupun termasuk full-stack framework, Pylons menawarkan struktur yang sangat fleksibel untuk pengembangan web. Alasannya, Pylons menggabungkan beberapa elemen dan properti dari beberapa bahasa pemrograman, seperti Perl, Python, dan Ruby.

Selain itu, Pylons menggunakan WSGI (Web Server Gateway Interface) secara ekstensif untuk menunjang pengembangan aplikasi web berkinerja tinggi.

Nah, itulah 15 Framework Python paling populer yang bisa Anda andalkan. Kira-kira, Python framework mana nih yang menggugah Anda?

Siap Mengembangkan Proyek Anda Dengan Framework Python?
kembangkan proyek web dengan python
Sekarang Anda sudah tahu apa itu Python framework, bukan? Secara umum, ada tiga jenis framework Python, yaitu:

1. Full-stack Framework – memiliki fitur lebih lengkap;
2. Micro Framework – modul lebih sedikit, tapi fleksibel; dan
3. Asynchronous Framework – cocok untuk kebutuhan concurrent connections.

Di antara tiga jenis itu, Anda bisa menentukan manakah framework Python yang akan digunakan. Mulai dari Django, Flask, Tornado, Dash, Giotto, dan lainnya.

Nah, dengan framework Python, pengerjaan proyek aplikasi atau website An

Giotto adalah framework yang dapat menunjang perancangan web, serta membuat kontrol sistem admin web bekerja secara independen berkat adanya fitur otomatisasi.

Framework Giotto memisahkan elemen model, tampilan, dan pengontrol secara berurutan. Yang berarti akan memudahkan pengembang dalam proses perancangan dan pengembangan.

Di sisi lain, Giotto menyertakan modul pengontrol yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi di atas web, IRC (Internet Relay Chat), dan baris perintah.

Adapun fitur-fitur dari Giotto yang populer yaitu URL Routing yang berjalan otomatis, adanya cache bawaan dengan dukungan untuk Memcache dan Redis (API yang tersedia untuk memperluas dukungan untuk mesin lain), serta Jinja2 untuk template HTML, dan lain sebagainya.

11. Sanic
Jenis Framework: Asynchronous Framework

python framework sanic
Sanic adalah framework Python sederhana dan open-source yang dikembangkan khusus untuk menawarkan respon HTTP cepat. Hal ini dilakukan melalui penanganan permintaan asinkron, yang membuatnya kompatibel dengan fungsi async/await Python 3.5.

Dengan kondisi tersebut, Sanic akan mampu menghasilkan peningkatan kecepatan serta menawarkan kemampuan non-blocking.

Nah, beberapa kelebihan lain dari Sanic adalah dapat mengizinkan beberapa logging seperti access log dan error log, adanya dukungan plugin, serta mampu menuliskan cookies.

12. TurboGears
Jenis Framework: Full-Stack Framework

python framework turbogears
TurboGears adalah framework Python open-source berbasis data dengan dukungan ORM (memetakan basisdata relasional ke model objek) yang fleksibel dan kuat.

Full-stack framework Python ini menggunakan beberapa komponen di dalamnya, seperti Genshi, Repoze, SQLAlchemy, dan WebOb, yang berguna untuk mengembangkan aplikasi yang membutuhkan konektivitas database dengan mudah dan cepat.

Kelebihan lain dari TurboGears adalah adanya integrasi libraries MochiKit JavaScript, dukungan multi-basis data. Selain itu, ada ToscaWidgets yang penting untuk menyederhanakan koordinasi desain frontend dan penerapan server.

13. Hug
Jenis Framework: Microframework

python framework hug
Hug adalah salah satu framework Python paling populer yang memungkinkan developer mengembangkan API karena menawarkan interface multi-threaded.

Framework Hug bisa menjadi pilihan Anda yang menginginkan kinerja program yang lebih cepat. Alasannya, Hug dapat menyelesaikan formasi pemrograman dalam one-click deployment melalui HTTP request dan melalui CLI (command line).

Kelebihan lain dari framework Python ini adalah adanya validasi anotasi, manajemen versi built-in, serta kemampuannya untuk dijalankan sebagai library standar Python.

Sebagai sebuah microframework, Hug tidak menyediakan integrasi sistem database. Jadi, Anda harus menggunakan libraries pihak ketiga seperti SQLAlchemy untuk membangunnya.

14. IOHTTP
Jenis Framework: Asynchronous Framework

python framework iohttp
IOHTTP adalah Python framework yang memanfaatkan libraries asyncio Python.

IOHTTP menyediakan objek permintaan dan router untuk mengarahkan kueri ke fungsi yang menanganinya. Framework Python ini juga mendukung Server WebSockets dan Client WebSockets sehingga IOHTTP juga berfungsi sebagai client framework.

Nah, IOHTTP juga didukung dengan Middlewares, Signals and plugable routing yang membantu pemrosesan data jadi lebih maksimal.

15. Pylons
Jenis Framework: Full-stack Framework

python framework pylons
Pylons full-stack adalah framework berbasis open-source yang berfokus pada pengembangan aplikasi yang kompleks. Framework Python ini memiliki libraries dan fitur yang cukup lengkap seperti validasi dan pembuatan form HTML, template berbasis teks, dan pemetaan URL berdasarkan konfigurasi rute, dan lainnya.

Uniknya, walaupun termasuk full-stack framework, Pylons menawarkan struktur yang sangat fleksibel untuk pengembangan web. Alasannya, Pylons menggabungkan beberapa elemen dan properti dari beberapa bahasa pemrograman, seperti Perl, Python, dan Ruby.

Selain itu, Pylons menggunakan WSGI (Web Server Gateway Interface) secara ekstensif untuk menunjang pengembangan aplikasi web berkinerja tinggi.

Nah, itulah 15 Framework Python paling populer yang bisa Anda andalkan. Kira-kira, Python framework mana nih yang menggugah Anda?

Baca Juga: 9+ Framework PHP Terbaik untuk Developer

Siap Mengembangkan Proyek Anda Dengan Framework Python?
kembangkan proyek web dengan python
Sekarang Anda sudah tahu apa itu Python framework, bukan? Secara umum, ada tiga jenis framework Python, yaitu:

1. Full-stack Framework – memiliki fitur lebih lengkap;
2. Micro Framework – modul lebih sedikit, tapi fleksibel; dan
3. Asynchronous Framework – cocok untuk kebutuhan concurrent connections.

Di antara tiga jenis itu, Anda bisa menentukan manakah framework Python yang akan digunakan. Mulai dari Django, Flask, Tornado, Dash, Giotto, dan lainnya.

Pemulihan Data